Pura Besakih/sewa Mobil Bali Bintours

Obyek Wisata Pura di Bali

Pulau Bali Pulau Seribu Pura


 

 

 

 

 

Pulau Bali,  adalah pulau yang terkenal dengan nama Seribu Pura. Tetapi tahukah anda,berapa sebenarnya jumlah pura yang berada di seluruh pulau bali ? Berikut berdasarkan data departemen agama provinsi bali tahun 2012.

Jumlah Pura di Bali terdiri dari :

  1.  4.356  pura kahyangan tiga, terhitung dari setiap wilayah yang ada di pulau Bali.
  2. 723  buah pura kahyangan jagat.
  3. 923  buah kawitan.

Bila ditotal keseluruhan Pura di Bali maka jumlahnya mencapai 6.002 buah pura.

Fungsi Pura Berdasarkan Kelompok

Dan berdasarkan kategori pengelompokan pura, Pura di bali di bagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

  1. Pura Kawitan : Merupakan pura yang di fungsikan untuk memuja roh para leluhur yang memiliki satu garis keturunan.  Contohnya adalah: Pura panti, Pura dadya, dan Pura paibon.
  2. Pura Kahyangan tiga : Merupakan pura yang di dirikan di setiap desa adat di daerah pulau bali.  Pura kahyangan tiga digunakan untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.  Contoh dari pura kahyangan tiga adalah: Pura desa, Pura dalem, dan Pura puseh.
  3. Pura kahyangan jagat atau pura umum :  Pura kahyangan jagat merupakan pura yang status dari pemujanya sangat umum dan terdiri dari berbagai macam golongan. Contohnya antara lain: Pura besakih, Pura goa lawah, Pura uluwatu, dan masih banyak lagi.
  4. Adapun yang di sebut dengan Pura Swagina :  Yaitu merupakan pura yang didirikan oleh golongan kelompok tertentu yang saling terikat dalam profesi yang sama serta memiliki satu mata pencaharian, Misalnya, Pura subak oleh petani dan Pura melanting untuk para pedagang.

Pura Sebagai Obyek Wisata

Di bali sendiri ada beberapa pura yang cukup terkenal dan menjadi bagian dari obyek wisata, seperti :

  • Pura Besakih, 
  • Pura uluwatu,
  • Pura Ulundanu di desa Bedugul,
  • Pura Tirta Empul di desa tampaksiring,
  • Pura tanah lot, dan masih banyak lagi.

Pura Agung Besakih

Adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.  Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat yaitu Pura Penataran Agung, dan 18 Pura Pendamping yaitu Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya.  Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura penataran agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dari semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Trimurti yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur.

Pura Luhur Uluwatu

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali, yang berada di wilayah desa Pecatu, kecamatan Kuta, kabupaten Badung. Pura uluwatu berdiri kokoh di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh umat hindu sebagai penyangga dari 9 penjuru mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Hasil gambar untuk foto pura uluwatu baliKuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu. Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.  Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar/ surfing.  Bahkan event surfing internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain beberapa pantai yang ada di pulau bali. Selain itu, di areal Pura Uluwatu juga terdapat tempat pertunjukan Tarian Kecak yang di pentaskan setiap hari mulai jam 18:00 sampai jam 19:00 wita.

Pura Ulundanu Beratan Bedugul

Terletak di jalan raya Bedugul – Singaraja, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.  Sejarah pura Ulun Danu Bratan ini dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat pada lontar babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan Pura Ulun Danu Bedugul ini adalah terdapat peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus dan papan batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Kedua artefak tersebut sampai sekarang diletakkan di halaman teras pura Ulun Danu. Dapat diperkirakan lokasi di Pura Ulun Danu Beratan ini telah digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak jaman tradisi megalitikum. Dan berdasarkan dari deskripsi babad Mengwi, diketahui pura Ulun Danu Bratan didirikan sebelum tahun Saka 1556 oleh I Gusti Agung Putu. Sejak pendirian pura tersebut, kerajaan Mengwi menjadi tenteram dan sejahtera dan masyarakat pun menjuluki beliau “I Gusti Agung Sakti“.

Pura Tirta Empul

Pura tirta Empul terletak di jalan Tirta, desa Manukaya, kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan jarak tempuh kurang lebih 40 km ke arah timur laut dari kota Denpasar dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Diperkirakan nama Tampaksiring berasal dari kata tampak yang berarti “telapak” dan siring yang bermakna “miring”. Makna dari kedua kata itu konon terkait dengan sepotong legenda yang tersurat dan tersirat pada sebuah lontar yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari bekas jejak telapak kaki seorang raja bernama Mayadenawa.  Dalam mitologi Pura Tirta Empul di sebutkan bahwa pada zaman dahulu kala, ada seorang raja yang gagah perkasa dan tak tertandingi di daerah bali yang bernama bernama Mayadanawa, seorang raja yang merupakan keturuanan Daitya (raksasa) anak dari seorang Dewi Danu Batur. Raja ini terkenal dengan kesaktiannya yang sangat luar biasa, ia mampu merubah dirinya menjadi bentuk apapun yang ia kehendaki seperti menjadi kambing, ayam, pohon, batu dan yang lainnya. Dengan kesaktiannya tersebut, ia mampu menaklukan daerah-daerah seperti daerah makasar, sumbawa, bugis, lombok dan blambangan. Karena kesaktian dan tahta yang ia dapatkan, Mayadanawa menjadi sangat angkuh dan sombong. Bahkan ia melarang penduduk-penduduk di bali untuk menyembah tuhan dengan segala manifestasinya, karena ia merasa tak ada yang paling kuat selain dirinya maka ia menyuruh para penduduk untuk menyembah dirinya saja.  Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri, sampailah raja Mayadenawa disebelah utara desa Tampak siring. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (Racun) yang mengakibatkan banyaknya para pasukan Bhatara Indra yang jatuh sakit akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para pasukan Bhatara Indra sehingga tidak beberapa lama bisa sembuh lagi seperti sedia kala. Pengejaran Mayadanawa pun dilanjutkan. Mengetahui hal itu, Mayadanawa sempat ingin bersembunyi dengan merubah dirinya menjadi bermacam-macam bentuk namun Bhatara Indra tetap mengetahuinya. Pada akhirnya, Mayadanawa merubah dirinya menjadi Batu Paras, diketahuiah oleh Bhatara Indra kemudian dipanah batu paras tersebut dan pada akhirnya Raja Mayadanawa menemui ajalnya.  Kematian Mayadanawa itu kemudian di peringati oleh masyarakat hindu di Bali sebagai peringatan Hari Raya Galungan, yang mengandung makna “Kemenangan Dharma melawan Adharma“.  Pura Tirta Empul dibangun pada zaman pemerintahan Raja Masula Masuli berkuasa dan memerintah di Bali. Hal ini dapat diketahui dari bunyi lontar Usana Bali. Isi dari lontar itu disebutkan artinya sebagai berikut: “Pada saat itu semua rakyat Bali merasa senang karena dipimpin oleh Baginda Raja Masula Masuli, semua rakyat sama-sama mengeluarkan padas, serta bahan bangunan lainnya, demi terciptanya sebuah Pura.  Sedangkan Permandian Tirta Empul dibangun pada zaman pemerintahan Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa, dan hal ini dapat diketahui dari adanya sebuah piagam batu yang terdapat di desa Manukaya yang memuat tulisan dan angka yang menyebutkan bahwa permandian Tirta Empul dibangun pada Sasih Kapat tahun Icaka 884, sekitar Oktober tahun 962 Masehi.  Dalam Prasasti Sading ada disebutkan, Raja Masula Masuli bertahta di Bali mulai tahun Saka 1100 atau tahun 1178 M, yang memerintah selama 77 tahun. Berarti Permandian Tirtal Empul dibangun lebih dulu kemudian Pura’nya. Ada perbedaan waktu sekitar 216 tahun antara pembangunan permandian Tirta Empul dengan pembangunan puranya.

Pura Tanah Lot 

Objek wisata Pura Tanah Lot terletak di desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Sekitar 13 kilometer di sebelah selatan Kota Tabanan. Di sebelah utara Pura Tanah Lot juga terdapat sebuah pura yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut Pura Karang Bolong. Pada sore hari anda dapat menyaksikan indahnya matahari terbenam dari kawwasan obyek wisata Tanah Lot.

Bila anda ingin berwisata di pulau Bali, tidak ada salahnya anda bila menyewa Rental Mobil Murah Bali Bintours untuk menuju ke beberapa obyek wisata Pura tersebut dengan supir yang sangat berpengalaman dibidang pariwisata di Bali,hub : 081319999878 (WA) / 087761669878

Selamat berlibur…

 

Comments

comments