Tentang Upacara Dewa Mesraman di Bali

Upacara Dewa Masraman dilaksanakan setiap enam bulan sekali,bertepatan dengan hari raya Kuningan.  terletak di pura Panti di Banjar  Desa Adat Paksebali Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung ini diperkirakan sudah mulai dilaksanakan tiap tahun . .Karena  Masraman sendiri berasal dari kata mesra yang berarti bersenang-senang secara lahir batin.

Setelah persiapan dan  prasarana perlengakapan banten lengkap, masyarakat dusun Timrah tepatnya pada hari raya Kuningan akan berkumpul di pura Panti Timrah untuk membuat lawar yang terdiri dari 5 jenis lawar yakni: lawar dari daun belimbing, lawar nangka, lawar  buah kacang, lawar gedang. Lawar ini memiliki makna sebagai suatu simbol yang bisa mempersatukan semua perbedaan yang ada di masyarakat dusun Timrah. Seusai menyiapkan lawar ,  akan diadakan acara nunas paica(berkah). Nunas paica ini hanya dilakukan oleh anak-anak yang belum beranjak dewasa.Makanan atau paica yang disediakan berupa lawar, nasi, dan sate isi yang dialasi dan di atasnya diletakan daun pisang.Makna nunas paica ini adalah untuk memberikan suatu bekal atau berkah kepada anak-anak dari dusun Timrah, dari kecil mereka harus dibekali atau diberikan suatu dasar ajaran untuk digunakan bekal pada jenjang masa yang lebih dewasa. Selain itu makna lainnya adalah pembentukan karakter pada anak tersebuat dengan memperkuat rasa kebersamaan, dan semuanya sama tidak ada perbedaan dari satu anak ke anak lain.

banner2

Comments

comments

This Post Has One Comment

  1. corburterilio

    You have brought up a very superb points, thanks for the post.

Comments are closed.