Pantai Lovina

PANTAI LOVINA

Pantai Lovina, pantai yang terkenal elok dengan kumpulan Lumba-lumba’nya yang sudah banyak di kenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata “Love” dan “Ina“.  Kata “Love” dari bahasa Inggris berarti cinta kasih yang tulus dan “Ina” dari bahasa daerah yang berarti “ibu”. jadi kata Lovina yang menurut penggagasnya yaitu Anak Agung Pandji Tisna, kata Lovina berarti cinta ibu pertiwi.

Sejarah berdirinya Pantai Lovina

Lovina didirikan pada tahun 1953 oleh Anak Agung Panji Tisna di tanah milik beliau sendiri, Beliau membangun sebuah pondok yang di namai “Lovina”, Tempat itu dimaksud untuk para pelancong kala itu, yang sekarang di kenal dengan istilah ”Turis” untuk berlibur. Pondok tersebut dilengkapi dengan fasilitas beberapa kamar tidur dan sebuah restoran kecil di tepi pantai. Beliau mendapatkan inspirasi mengembangkan daerah Lovina menjadi daaerah wisata dari perjalanan beliau ke beberapa negara di Eropa dan Asia sekitar tahun 1950-an, pada tahun 1959, Anak Agug Pandji Tisna memindah-tangankan Penginapan Lovina kepada kerabatnya yang lebih muda yaitu Anak Agung Ngurah Sentanu sebagai pemilik dan pengelola tempat tersebut.  Bisnis berjalan cukup baik walaupun tidak ada pelancong atau turis ke Lovina. Hanya datang beberapa teman Panji Tisna berasal dari Amerika dan Eropa, serta pejabat pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berlibur, dan merasa beruntung juga, karena pada hari-hari khusus seperti hari Minggu dan hari libur, juga pada hari raya umat Hindu seperti Galungan dan Kuningan banyak orang termasuk pelajar yang datang untuk menikmati suasana alam pantai.

 Anak Agung Panji Tisna sendiri membangun penginapan lagi dengan nama “Tasik Madu”, yang terletak tidak jauh sebelah Barat penginapan Lovina, Namun sayang Hotel Tasikmadu rusak total terkena misbah gempa di tahun 1967.  Namun nasib Anak Agung Ngurah Sentanu mengelola penginapan Lovina belum beruntung, karena Kota Singaraja sebagai Ibu Kota beralih ke Kota Denpasar. Perekonomian di Buleleng pada saat itu menjadi terpuruk.

Pengembangan pariwisata di Bali mulai berkembang pesat pada tahun 1980, mendorong pemerintah membentuk kawasan-kawasan wisata, seperti Kawasan Wisata “Kuta” dan “Sanur”. Di kabupaten Buleleng, dibentuk Kawasan Wisata “Kalibukbuk” dan “Air Sanih”. Dalam waktu itu ada arahan dari Gubernur Bali, supaya nama Lovina tidak di pakai lagi, karena nama itu tidak dikenal di Bali. Lagipula yang seharusnya dikembangkan adalah pariwisata budaya Bali, oleh karena itu, para pengusaha di kabupaten Buleleng selanjutnya memakai nama-nama seperti Angsoka, Krisna, Nirwana, Lila Cita, Banyualit, Kalibukbuk, dan lain sebagainya.  Sedangkan “Lovina” tidak boleh dihadirkan dengan nama demikian, Nama “Lovina” disimpan oleh pemiliknya, Anak Agung Ngurah Sentanu. Setelah Pondok Lovina direnovasi, selanjutnya memakai nama alias yaitu Pondok Wisata Permata (Permata Cottages).

Walaupun nama “Lovina” tidak dimunculkan, namun dunia pariwisata telah mengenal “Lovina” sejak lama sebagai sebuah destinasi wisata di Bali Utara. Permintaan dari pebisnis dan agen perjalanan pun menuntut agar “Lovina” dihadirkan kembali. Usaha untuk mengangkat Bali Utara sebagai destinasi wisata antara lain adalah kembali dengan cara mempopulerkan “Lovina”. Nama ”Permata Cottages” kini kembali memakai nama “Lovina” ( Lovina Beach Hotel). Akhirnya, nama “Lovina” merambah tidak kurang dari 6 pantai desa-desa asli. Deretan Pantai tersebut berada di 2 (dua) wilayah kecamatan bersebelahan, yaitu Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar. Yang ada di Kecamatan Buleleng, yaitu Pantai Binaria di desa Kalibukbuk, pantai Banyualit didesa Banyualit, Pantai Kubu Gembong di desa Anturan, Pantai Hepi di desa Tukadmungga, Pantai Penimbangan di desa Pemaron. Sedangkan di Kecamatan Banjar adalah Pantai Tukad Cebol di Kampung Baru (Kaliasem), pantai Temukus didesa Temukus. Semua pantai tersebut bergabung dalam pemakaian nama Pantai Lovina. Sedangkan, nama kawasan resmi adalah “Kawasan Wisata Kalibukbuk”.

Harga sewa perahu melihat Lumba lumba di pantai Lovina

 Apabila anda berkunjung ke daerah Lovina, alangkah baiknya kalau anda menginap di daerah Lovina, supaya anda dapat beristirahat yang cukup, karena jika anda berangkat dengan menggunakan jasa sewa mobil dengan supir dari daerah kuta dan sekitarnya, anda harus berangkat paling lambat jam 3 subuh, perjalanan ke Lovina membutuhkan waktu kurang lebih dua setengah jam, sedangkan waktu yang tepat berangkat dari pantai Lovina untuk melihat lumba-lumba yaitu mulai jam setengah enam pagi, paling lambat jam enam pagi. Jika anda ingin menyaksikan lumba’lumba di laut lepas, anda cukup menyewa perahu penduduk setempat dengan harga yang terjangkau, mulai dari harga Rp.150.000 per orang sampai harga paket keluarga yaitu Rp.350.000, Dua ewasa dan dua anak.  kalau anda menyewa harga per orang, bisa jadi anda akan di gabung dengan pengunjung lain.

Obyek wisata menarik lainya

Jika anda berkunjung ke daerah Lovina belum lengkap jika anda tidak megunjungi : 

  • permadian air panas di daerah Desa Banjar singaraja,
  • Air terjun di desa Gitgit,
  • Pura Ulun danu di desa Bedugul,
  • Pura Taman Ayun,
  • Obyek wisata cagar alam Alaskedaton
  • Pura Tanah lot, dan sekitarnya menuju ke arah Kuta.

Mulai per tanggal 01 oktober 2016, harga tiket di tetapkan di setiap objek wisata daerah Kabupaten Tabanan naik 100%, yaitu dari harga :

  •  Rp.10.000 untuk domestik, menjadi Rp.20.000 P
  • Parkir  yaitu Rp.5000/mobil.

Peta Lokasi Pantai Lovina. Klik disini

Balibintours.

Comments

comments